Informasi Kelurahan Layanan Kota Potensi Unggulan Data Kelurahan
background

Tingkatkan Kesadaran Protokol, TP-PKK Tanah Baru Adakan Diskusi Online

2021-04-10 11:19:49

berita.depok.go.id-Ada yang berbeda dari kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) rutinan yang hari ini dilakukan  Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. Rakor yang biasanya membahas rencana program, namun kali ini dimanfaatkan sebagai sarana diskusi mengenai Covid-19.

Diskusi secara dalam jaringan (daring) atau online ini bertajuk Covid-19, Mitos VS Fakta. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta, baik oleh sesama kader PKK maupun dari berbagai elemen masyarakat se-Kelurahan Tanah Baru.

"Melalui diskusi sederhana ini, kami berharap kesadaran warga khususnya kader PKK semakin meningkat. Salah satunya dalam mengimplementasikan gerakan 3M, yaitu mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun," kata Ketua TP-PKK Kelurahan Tanah Baru, Frina Shaurin, saat membuka Rakor, melalui aplikasi Zoom, Jumat (11/09/20).

Apalagi, sambung Frina, pihaknya langsung mengundang Ketua TP-PKK Kecamatan Sukmajaya, Yulia Oktavia, yang memiliki pengalaman terkait Covid-19. Dikatakannya, tidak sedikit ada pihak-pihak yang menganggap Covid-19 itu sebuah kebohongan.

"Padahal setiap hari bisa kita lihat adanya peningkatan kasus. Saya berharap dengan diskusi atau sharing pengalaman, dapat menambah kewaspadaan kita semua terhadap bahaya Covid -19,” katanya. 

Sementara itu, dalam arahannya, Lurah Tanah Baru, Zakky Fauzan menyampaikan pesan kepada para kader agar senantiasa menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Hal tersebut, disampaikannya karena kader PKK merupakan salah satu garda terdepan dan selalu berinteraksi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menginformasikan saat ini Kota Depok tengah memberlakukan Pembatasan Aktivitas Warga (PAW). Dirinya meminta agar warga Keluarahan Tanah Baru dapat mematuhi ketentuan tersebut.

"Jadi bukan jam malam ya, tapi pembatasan aktivitas agar tidak ada kerumunan. Dimohon kepada para warga untuk mematuhi ketentuan itu," pungkasnya. (JD 07/ED 01/EUD02)